Senin, 22 Desember 2014

MASTERPIECE

Halo!

Saya nyaris tanpa prestasi menulis di blog di tahun 2014 ini. Tapi tanpa prestasi menulis di blog bukan berarti tahun ini tidak ada cerita yang menarik. Justru. Tahun ini terlalu menarik. Kalau kata Dewi Lestari dalam Supernovanya….Turbulensi. Mungkin nggak seheboh gimana duet Reuben dan pasangannya membuat masterpiecenya. Tapi aku punya masterpiece sendiri tahun ini. 

Ada sebuah konsep yang sangat relative dalam hidup tentang pencapaian yang terkadang harus digeneralisakan untuk setiap manusia, yang pada faktanya sangat berbeda untuk masing-masing individu. Saya sebut ini sebagai konsep ‘naik kelas’. Setiap individu pasti punya indicator masing-masing untuk bisa menyebut dirinya naik kelas, pun setiap individu juga telah disiapkan sang Sutradara untuk naik kelas pada waktunya masing-masing. Kapan saya merasa naik kelas? Ya ketika saya berhasil menyelesaikan ujian (tentunya dengan indicator kelulusan yang saya tetapkan sendiri :D). Dan kebetulan tahun ini ujiannya banyak, termasuk ujian gagal menikah di tanggal cantik 14 Februari 2014 (14.02.14) yang bertepatan dengan hari jadi saya ke 28 tahun (14x2). Hahaha…*pukpuk


Tapi ternyata itu nggak ada apa-apanya dibanding semua anugrah Tuhan yang dikasih tahun ini. Saya percaya bahwa rentetan doa ini sedang Dia jawab satu persatu, dan ternyata disinilah nikmatnya, mensyukuri hasil ujian yang udah keluar satu persatu. Sebagian udah Lulus, begitu kataNya :)


#1. Bulan madu dengan ‘rumah’ baru

Awal tahun ini, Bulan Januari 2014, serah terima kepemilikan property pertama saya. Proses ini memberikan saya cukup banyak pengalaman yang sangat berarti. Tentang memilih jenis property yang akan dibeli, preferensi lokasi, skema pembiayaan, strategi pembayaran,  memilih perusahaan furnish, membuat desain furnish, memilih material, sampai akhirnya bulan Agustus 2014 saya bisa resmi tinggal disini, dengan jarak ke kantor 15-20 menit saja. Serasa surga di Ibu Kota. 

Tentang furnishing apartemen, saya pikir ini adalah tahap yang paling menyenangkan dan full of fun. Tapi ternyata, stressful juga lho. Misalnya milih kombinasi jenis wallpaper, jenis parquet atau dinding mozaik di dapur. Jangan terlalu pasrah sama perusahaan furnishnya, karena kadang mereka nggak punya stok warna yang kita mau dan kita harus cari warna nya ditempat lain. Terkadang juga, background para furnisher itu adalah murni praktisi, bukan arsitek atau desain interior, jadi masukan untuk desain dan warna kadang terbatas. Usulan sedikit buat temen-temen yang mau furnish, ada baiknya minta masukan dari temen-temen arsitek atau desain interior. Di beberapa situs seperti groupon juga sekarang ada voucher desain interior yang murah meriah yang bisa sangat membantu, karena banyak perusahaan furnish yang tidak membuatkan desain 3D nya. Jadi nanti ketika mau furnish udah tinggal pilih materialnya aja. 









#2. Sekolah lagi
Setelah 2 tahun berjibaku mencari beasiswa, di awal bulan Februari 2014 berita bahagia itu tiba.  Akhirnya saya mendapat beasiswa dari Pemerintah Australia. Alhamdulillah semua kegagalan apply beasiswa-beasiswa sebelumnya jadi nggak ada rasanya :D. Tapi sepertinya memang konsepnya seperti itu. There are a lot of Ups and Downs in people life. But there will be a rainbow after rain. And when it comes, you’ll forget how heavy was the rain. Sesedih-sedihnya hati, dia pasti akan sembuh. Dan ketika udah sembuh bahkan kita nggak inget lagi rasa sakitnya, bekasnya udah nggak ada. 


Kembali lagi, tentang beasiswa. Ternyata di beberapa teman, beasiswa ini terkenal cukup ‘menantang’ untuk didapatkan. Ada yang beruntung sekali apply langsung dapat, ada juga yang beberapa kali apply tidak juga lolos. Diterima beasiswa ini juga bukan berarti perjuangan sudah berakhir. Karena syarat universitas di Australia lebih tinggi daripada syarat beasiswanya. Jadi kita harus berjuang lagi untuk dapat memenuhi syarat Uni. Disinilah turbulensi dimulai. Dari mulai belajar menulis essay yang sangat berbeda dengan pola menulis orang Indonesia pada umumnya, belajar IELTS, belajar cross culture, belajar bertemu orang-orang baru dan berbeda, juga belajar menerima ketidakberhasilan dan kehilangan. Yang saya pelajari ialah, kadang Tuhan tidak ingin melihat hati kita terlalu melangit. Maka itu dia membuat ‘liku’ agar kita tetap kembali dan meminta kepadaNya. 




# 3. Presiden akhirnya tanda tangan!
Nah ini kelegaan berikutnya, penantian panjang setelah 3,5 tahun terlibat dalam proses penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, akhirnya draft ini berhasil legal diakhir masa tugas Presiden SBY dengan Nomor 70 Tahun 2014 (I love the Number!). Lega banget!. Inget gimana stressnya setiap kali pembahasan di Kementerian Hukum dan HAM dan dilanjutkan pembahasan di Sekretariat Kabinet. Tapi akhirnya saya menyadari bahwa yang terpenting dalam penyelesaian sebuah project itu kemauan dan komunikasi. Kemauan untuk sama-sama menyelesaikan tugas dengan niat baik. Dan menjalin komunikasi sebaik-baiknya dengan semua pihak terkait. Banyak project yang terbengkelai hanya karena merasa menemui jalan buntu, merasa sudah tidak diperlukan, atau terkendala dengan masalah komunikasi. Padahal semua itu terkait dengan manusia juga, selama komunikasi jalan, harusnya masalah bisa terselesaikan. Semoga tidak terlalu naif :)


Ketiga point diatas adalah (yang menurut saya) masterpiece saya tahun ini. Seperti yang saya bagi diawal tulisan bahwa setiap manusia punya kriteria naik kelas masing-masing di waktunya masing-masing. Saya kagum dengan sebagian teman saya yang sudah menikah dan berhasil melahirkan anak. Itu capaian yang luar biasa. Tapi karena setiap orang punya capaian masing-masing, maka lets define your masterpiece by yourself karena tidak ada angka yang sama, tidak ada indicator yang sama. Just be proud of your achievement, no matter how small is it. It’s your Masterpiece. 

Sabtu, 31 Agustus 2013

The Happiness Project #1

Two things that makes me feel guilty when I buy some books are 1) Failed to finish it, 2) Can’t implement the idea from the book (Esp. Religious books :D). So it feels so good when we can implement the idea from the books we read (positive idea). And I give my two thumbs up for the book that can inspire the reader deeply until they have desire to do what the book says. And here is one of them, THE HAPPINESS PROJECT by Grethcen Rubin, recommended by @dianzbox :)

A week before my mother’s birthday, 6th June, I haven’t decided the gift I’d give to her. Lucky me, I read that book at the right time, at the right chapter. It says 2 things that might make you (or people around you) happier: 1) Be a treasure house of happy memories. 2) Take time for projects. It says that we have to appreciate each moment in our family because…

“….studies show that recalling happy times helps boost happiness.” (The Happiness Project, p.101)

Photograph is one way to keep memory alive. But we seldom to print out the photograph since the analog camera turn to digital camera. We just enjoy the picture on the computer. Maybe it will works for the the youngster. But how about them, who do not very familiar with the computer?. The memories can only be enjoyed by me, anytime I want. Worse, if I upload some pictures, people will enjoy it, but not my parents. They don’t even read my writing on my blog, just because they are not very familiar with this things:(

Then, the idea pop up! A very simple idea. I want to print out about 100 family's pictures, compiling from my collections and my brother’s collections (that must be have many moment with the kids that haven't seen by my parents). The grandchildren are the huge energy for my parents.
After all were compiled, I made some editing to those pictures. I joined some similar pictures and gave it little comment or title, then printed them out.
Here is some of them …..








How about their responses?
My mom so surprised. So do my father. They were laughing happily, enjoying each photo. Trying to recall the happy moments we ever through together…then she said that this is the most beautiful present she ever get. Yes, parent’s laughing is priceless :)

 Birthday Gift


Jumat, 31 Mei 2013

I'm NOT The Real Multitasker

Hasil penelitian menyebutkan bahwa perempuan lebih jago multitasking daripada laki-laki. Hal ini dibuktikan dengan fakta yang jelas oleh Ibu dan Bapak saya. Ibu adalah multitasker sejati, dan Bapak adalah focuser sejati. Jadi saya sangat percaya dengan penelitian tersebut. Dan jadilah saya multitasker-wanna be.
Kenapa saya mengatakan sebagai multitasker-wanna be? Ya karena itu Cuma berhenti di cita-cita saja. Karena pada suatu titik saya sadar bahwa saya bukanlah seorang multitasker sejati.
Saya mencoba menganalisa. Multitasker bagi saya adalah bisa menjalankan semua peran sesuai dengan skala prioritasnya.  Lalu saya mencoba mereview kembali apa prioritas saya (saat ini).

1.    Tuhan.
Secara Teori Tuhan seharusnya menjadi priortas pertama. Ini masalah tujuan hidup. Karena hidup dipertanggung jawabkan kepadaNya. Jadi seharusnya Dia adalah yang utama.
2.    Keluarga.
I do really love my family. Apapun kondisinya, saya bersyukur dengan kondisi keluarga saya saat ini meski kami terpisah cukup jauh. Cara saya memprioritaskannya adalah dengan rajin melihat tanggal merah dan memesan tiket pulang:D
3.    Masa Depan.
Nah ini adalah prioritas yang sedang paling sering menghantui saya. Lanjut sekolah lagi. Kesalahan adalah: saya cuma mentarget sekolah di luar negeri, tapi pasrah kapan berangkatnya dan dimana negaranya. Jatuhnya, sampai sekarang belum berangkat juga. Karena belajar Toefl ogah-ogahan, browsing beasiswa empot-empotan.
4.    Pekerjaan.
Yah…you know la..kenapa dia masuk dalam skala priortas saya, walau cukup di prioritas ke empat saat ini. Jangan tinggi-tinggi priortasnya, karena ditaro di nomor empat aja masih suka geser-geser yang prioritas 1,2,3.
5.    Ekstrakurikuler.
Walaupun sebutannya ekstrakurikuler, tapi nyatanya disini banyak juga tugas-tugasnya. Setahun terakhir, saya banyak dikasih kerjaan untuk desain-desain poster. Yang menarik adalah ketertarikan saya terhadap desain jadi terasah lagi disini, itulah kenapa kerjaan dengan deadline 1 hari pun saya terima, karena saya asyik melakukannya dan puas ketika menikmati hasil pekerjaan saya.

Belakangan, entah mengapa saya merasa Tuhan sedang menguji prioritas saya. Tibalah pada suatu hari saya merasa produktif sekali. Hari itu, banyak pekerjaan kantor yang berhasil saya selesaikan dalam waktu terbatas. Waktu terasa begitu cepat berlalu karena saya ngerjain ini itu, mondar mandir kesana kemari, dari jam 9 pagi sampai tiba-tiba saja Adzan Ashar berkumandang, dan lewatlah sholat dhuhur saya. Karena saya banyak menunda. Sekian detik saya diam terpana.  Keberhasilan dan kesibukan saya bukan apa-apa, kalau ternyata prioritas utama saya terlewat.

Ini hanya salah satu contoh. Banyak hal yang akhir-akhir ini membuat saya gemas sendiri dengan management waktu saya. Sholat mepet setelah waktunya hampir habis. Telepon dari orang tua sering direject karena sedang rapat dan saya lupa menelpon mereka kembali. Fokus untuk nyari beasiswa terbengkelai padahal masih ada sisa-sisa waktu yang bisa digunakan kalau mau. Bahkan kalau ada 2 hal yang saling menumpuk, saya suka salah mendahulukan prioritas. Mendahulukan mana yang kira-kira tidak akan banyak mengecewakan orang. Tapi ternyata, saya mengecewakan Tuhan. Disinilah saya menyadari bahwa saya bukan Multitasker sejati.

Saya ingin berbenah. Ramadhan ini saya banyak melewatkan acara buka puasa bersama karena saya tau ketika saya buka puasa bersama, saya tidak bisa tarawih di masjid atau punya tenaga lagi untuk tarawih dirumah. Menelpon orang tua tanpa alasan khusus, just say hello and tell them that im fine. Berusaha menyelesaikan aplikasi-aplikasi beasiswa dengan segala keterbatasan yang saya punya. Dan tidak menerima kerjaan ekskul yang bener-bener membuat saya jadi deadliner dan mengorbankan prioritas lain yang lebih utama. 

Bisa jadi, Tuhan memberi saya semua kesempatan untuk menjadi multitasker sejati karena sebenarnya saya mampu melakukannya. Tapi ternyata tidak. Saya tidak cukup disiplin untuk membuat semuanya menjadi hal yang utama dan terselesaikan. Karena saya tahu batas kemampuan saya, maka saya memutuskan untuk memilih.

Ini hanya sekedar renungan saya. Saya yakin setiap manusia memiliki priortas yang berbeda-beda. Tergantung pada fase dimana mereka berada. Dan ketika dihadapkan pada prioritas yang sedang menjadi utama, prioritas lain mungkin untuk dikorbankan. Harus ada pengertian dan penerimaan yang besar untuk hal-hal yang terpaksa dikorbankan demi sebuah prioritas yang diyakini, sengaja atau tanpa disengaja. Asal tidak terlalu banyak merugikan orang lain.

Catatan terakhir saya, tingkat kepuasan ketika memuaskan manusia dan ketika memuaskan Tuhan itu beda. Mungkin ini bisa dijadikan salah satu indicator dalam memilih prioritas.
Well, Saya acungkan dua jempol saya untuk para multitasker sejati yang ada dibumi :)

Multitasker Wanna Be

Selasa, 16 April 2013

Minggu, 31 Maret 2013

Liburan Jogja

Alhamdulillah bulan Maret ini saya bisa pulang 2x ke Jogja. Yang pertama buat kondangan temen bareng @garika_up, ke dua karena long weekend di akhir bulan. Nah di dua kali kepulangan saya ini jadwalnya adalah liburan, bukan istirahat. Jadi isinya adalah jalan-jalan ^___^

Tempat-tempat wisata yang mau saya tulis disini saya yakin sudah banyak di ulas oleh media cetak maupun televisi berkali kali. Namanya juga kota pariwisata, pasti ceritanya gak ada habisnya. Jogja emang lagi ngehits banget. Gosipnya, kira-kira ada 168 rencana pembangunan hotel baru di jogja. 68 diantaranya udah berizin. Sisanya belum. Jadi jangan bengong kalo kejogja trus ngeliat hotel-hotel baru pada berdiri, mulai dari yang kecil-kecil sampe yang gede banget.

Selain hotel, jangan kaget pulak ketika iklan-iklan perumahan baru hampir ada disetiap ruas jalan kolektor, juga beragam jenis rumah makan baru beradu nasib di kota ini. The lifestyle has changed. Kotaku udah modern banget sekarang. Bersyukur pendapatan masyarakat jadi meningkat, tapi jadi sedih ketika denger sekarang ibu harus bermacet-macet ria dengan motornya di jam pulang kantor, dibawah terik matahari jogja yang kian panas. Gak pengen banget Ibu ngerasain kondisi Jakarta di Yogyakarta.

Well, itu sekilas tentang Jogjaku sekarang, saatnya bercerita tentang liburan.
Ada 4 tempat yang ingin aku ceritakan.

1. Museum Ullen Sentalu
Museum ini bercerita tentang sejarah kerajaan mataram. Tempatnya ada di jalan Boyong, dekat taman bermain Kaliurang. Tiket masuknya 25 ribu, udah termasuk biaya guide, parkir, dan minuman awet muda (kalo gak percaya sama khasiatnya mungkin nanti bisa liat muka saya *uhuk). Apa yang menarik disini? Museum ini syarat dengan ilmu. Kadang kita males bayar lebih untuk tour guide ketika berkunjung ke suatu tempat wisata sejarah. Tapi ketika tour guide adalah bagian dari paket itu maka kita jadi mau gak mau membayar plus mendengarkan sejarah tempat wisata itu. Selama perjalanan mengitari museum, kamera dan alat komunikasi harus disimpan di dalam tas. Sayang juga sih gak boleh foto2, tapi kita jadi fokus dengerin cerita tour guidenya. Salah satu ruangan yang menarik disana adalah ruang (kalo gak salah) putri tineke patah hati. Isinya adalah surat-surat dari sodara tineke yang mau menghibur tineke yang sedang patah hati karena cintanya tidak disetujui orang tua. At the end happy ending sih, putri tineke bisa menikah dengan cinta pertamanya itu. Lesson learnednya: kegalauan sebenarnya sudah diturunkan oleh nenek moyang kepada anak cucunya...#apeu. Satu lagi yang menarik adalah toko sovenirnya, barang nya bagus bagusss....tapi siap-siap rogoh kocek ya...:D
Lebih lengkap entang museum lihat disini ya

2. Wisata rumah mbah Maridjan.
Letusan gunung merapi tahun 2010 yang lalu menimbulkan banyak cerita duka. Ratusan orang menjadi korban, salah satunya mbah maridjan, orang yang dipercaya menjadi juru kunci gunung merapi. Tapak bekas rumahnya kini banyak dikunjungi orang dan dijadikan obyek wisata yang saya bilang sederhana tapi sangat bermakna.
Jika dilihat sekilas, gunung merapi itu tampak masih jauh dari rumahnya tapi nyatanya bangunan itu tak lagi berbekas, dilalap awan panas. Hanya terlihat bekas rumah pak asih (anak mbah maridjan yang sekarang menjadi guru kunci gunung merapi), bangkai mobil mpv yang sempat akan digunakan untuk menjemput mbah maridjan, serta sebuah sudut ruang berisi gamelan-gamelan. Sekarang di tapak itu ditancapkan beberapa bendera merah putih dan beberapa banner berisi kronologis kejadian dan pesan pesan terakhir mbah maridjan. Suatu pesan yang akan membuatmu memaknai arti tanggung jawab.


Ajining Menungsa Iku Gumantung Ana Ing Tanggungjawabe Marang Kewajibane
(Kehormatan Manusia dinilai dari tanggung jawab terhadap kewajibannya)

Oya, ada beberapa pilihan kendaraan untuk menikmati keindahan kawasan gunung merapi. Untuk mencapai rumah mbah maridjan bisa naik ojek 20.000, sewa motor 30.000 atau sewa jeep 250.000 jika ingin dibawa berputar-putar lebih jauh. Selamat mencoba!

3. Museum Gunung Merapi
Saya suka terharu kalo liat museum banyak pengunjungnya, hehe...termasuk museum ini. Semoga banyaknya pengunjung tidak hanya di musim liburan aja yah. Museum ini layak untuk dikunjungi jika kamu ingin membayangkan seberapa dashyatnya gunung merapi ketika sedang beraksi. Tiket masuknya 3000, dan 5000 jika ingin menonton filmnya.

4. Taman lampion monumen jogja kembali
Tempat wisata ini bukanlah tempat wisata baru. Monumen Yogya Kembali telah dibangun sejak tahun 1985 monumen ini berisi replika, foto, dokumen, berbagai jenis senjata dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Sekarang, di kawasan sekitar monumen juga dihiasi lampion-lampion dan beberapa fasilitas hiburan sebagai alternatif hiburan di malam hari. Sebuah konsep baru untuk menarik pengunjung dan menghidupkan kembali tempat wisata ini. Disini juga cukup banyak tempat makan, dan live music. Tiket masuknya 15.000.

Di UllenSentalu dan Monumen Yogya Kembali

Nah, 4 tempat saja yang akan saya ceritakan disini, sisanya bisa di browsing di Google dan pasti nemu seabrek informasi tentang wisata Jogja. Beberapa pelajaran yang saya ambil dari perjalanan ini antara lain:
  1. Jangan ragu untuk menggunakan tour guide, terutama untuk tempat-tempat wisata bersejarah. Karena ilmu yang kita peroleh akan jauh lebih mahal dibanding dengan uang yang kita bayarkan. Kecuali kita emang udah prepare banget buat jalan2 dan udah sempet browsing di google tentang tempat wisata yang mau kita datangi. Tapi tour leader selalu punya informasi menarik selain yang ada di google sih menurutku...
  2. Konsep tempat wisata merupakan hal penting untuk menarik para wisatawan. Disini Indonesia agak kurang dalam mengolah potensi-potensinya. Di vietnam ada teater khusus buat manggung boneka kayu ala si unyil. Dan yang nonton penuh lho. Di Indonesia, boneka si Unyil dan pak raden entah kemana. Sayang banget. Tourist does like experience, so provide them with that, not only a good view. Taman lampion museum jogja kembali adalah salah satu contoh mengimplementasikan konsep baru demi meningkatkan daya jual sebuah tempat wisata.
  3. Tourists love souvenir. Selain good view dan experience. Provide them with good souvenirs. Turis itu calon para laper mata yang siap borong apa aja. Asal bagus. Menurut saya selera itu, selain merupakan 'gift', juga perlu diasah, jadi hasil souvenirnya juga inovatif. Seneng banget liat batik yang dijual di MUSE. Galeri souvenir di dalem Museum Ullen Sentalu. Cakep-cakep banget, dan pantes banget sama harganya. Hihihi...
Wisata Kaliurang

Okeiii...selamat menikmati Jogja yaa, juga buat temen-temen yang fokus di dunia pariwisata, moga sukses bawa nama Indonesia!:)

Senin, 11 Februari 2013

Running for Nothing

Mungkin kamu akan geli sendiri melihatmu berdiri saat ini.
Bodoh, mungkin.
Tapi Tuhan tentu akan sakit hati mendengarnya,
karena Dia telah menciptakanmu dengan sempurna.
Melengkapimu dengan otak yg untuk berpikir dan hati untuk merasa.
Tapi coba aku temani kamu sebentar duduk disini.
Untuk sekedar berpikir dan merenungi.

Apa yang sedang kamu cari?
Apa yang sedang kamu nanti?
Apa yang ingin kamu capai?
Apa yang sedang membuatmu terlalu lelah untuk berlari?

Jika kamu sadari,
Apa yang seharusnya kamu kejar tak jauh.
Apa yang sedang kamu cari sangat dekat.
Dan apa yang sedang kamu nanti, pun, menantimu kembali.

Jika kamu terlalu lelah berlari,
mungkin karena jalan yang kamu ambil salah.
Terlalu berputar, bukan jalan keluar.
Mungkin harus berhenti sebentar.
Memastikan jalan yang benar.

Aku pastikan,
Jalan yang benar tidak akan membuatmu lelah ketika melewatinya.
Tujuan yang benar tidak akan lari ketika dikejar.
Semua akan mudah. Sangat mudah.

Tidak apa-apa,
Kalau lelah, kamu boleh berhenti sebentar.
Dia tidak akan kemana-mana,
aku tahu kalian saling merindukan, kamu dan Dia.

Dia menunggumu memelukNya erat.
Dia menunggu air matamu hanya untukNya.
Dia menunggu langkah kecilmu menujuNya.
Karena hanya Dia yang tidak akan membiarkanmu kelelahan sendirian.
Karena hanya Dia yang tidak akan membiarkanmu dalam kesia-siaan.

And when it all seems very tiring...,
Maybe you just running for nothing.

Senin, 04 Februari 2013

#BossBaik

Ada sedikit catatan tentang farewell si Boss akhir januari kemarin, maaf kalo sangat subyektif :)
  1. #BossBaik itu.... dia bisa jadi pelindung buat layer dibawahnya.                                                 Karena memang seperti itu organisasi struktural bekerja. Kalo ada eselon I,II,III,IV dan staf. Misal eselon satu marah besar, dia marahnya ke eselon II. Nah eselon dua marahnya di manage, turun ke eselon III agak kurang, gitu terus, sampai di staf marahnya udah abis deh:D
    Bukannya dia dimarahin, trus semprot2 bawahannya.
  2. #BossBaik itu.... percaya sama orang yang dia mintain tolong.
    Ya kalo dia mutusin untuk minta sama si A ngerjain sesuatu selama X hari. Ya dipercayain aja dulu, baru kalo si staf kebangetan, take over atau transfer. Karena staf yang dikasih kepercayaan akan lebih cepat berkembang daripada staf yang di underestimate.
  3. #BossBaik itu.... rendah hati.
    Boss tapi gak bossy. Atasan tapi nggak menganggap staf sebagai bawahan. Di farewell speech nya si Boss, dia bilang...."Selama ini yang bekerja temen-temen, saya cuma manage aja. Jadi saya yakin walau saya nggak disini, subdit ini akan terus bisa berjalan dengan baik....". Very humble.
  4. #BossBaik itu.... apa adanya.
    Dekat tapi nggak sok dekat. Berjarak tapi gak kejauhan. Bukan marah tapi mengingatkan. Bukan memerintah tapi minta tolong.
  5. #BossBaik itu.... membuat sesuatu menjadi lebih mudah.
    Kehadirannya bukan sebuah tekanan, ketidak hadirannya bukan sebuah kegembiraan. Dia akan mempermudah bukan mempersulit. Dia akan memberi jalan keluar, bukan memperpanjang jalur.
 Point-point diatas tadi bukan berniat menggurui yah, cuma harapan saya, sebagai bawahan, kepada para boss-boss, sebagai atasan. Bukan merefer pada suatu orang, hanya terinspirasi. Semoga bisa menginspirasi para boss dan para calon boss yang lain :)

Farewell si Boss :')