Selasa, 16 April 2013

Minggu, 31 Maret 2013

Liburan Jogja

Alhamdulillah bulan Maret ini saya bisa pulang 2x ke Jogja. Yang pertama buat kondangan temen bareng @garika_up, ke dua karena long weekend di akhir bulan. Nah di dua kali kepulangan saya ini jadwalnya adalah liburan, bukan istirahat. Jadi isinya adalah jalan-jalan ^___^

Tempat-tempat wisata yang mau saya tulis disini saya yakin sudah banyak di ulas oleh media cetak maupun televisi berkali kali. Namanya juga kota pariwisata, pasti ceritanya gak ada habisnya. Jogja emang lagi ngehits banget. Gosipnya, kira-kira ada 168 rencana pembangunan hotel baru di jogja. 68 diantaranya udah berizin. Sisanya belum. Jadi jangan bengong kalo kejogja trus ngeliat hotel-hotel baru pada berdiri, mulai dari yang kecil-kecil sampe yang gede banget.

Selain hotel, jangan kaget pulak ketika iklan-iklan perumahan baru hampir ada disetiap ruas jalan kolektor, juga beragam jenis rumah makan baru beradu nasib di kota ini. The lifestyle has changed. Kotaku udah modern banget sekarang. Bersyukur pendapatan masyarakat jadi meningkat, tapi jadi sedih ketika denger sekarang ibu harus bermacet-macet ria dengan motornya di jam pulang kantor, dibawah terik matahari jogja yang kian panas. Gak pengen banget Ibu ngerasain kondisi Jakarta di Yogyakarta.

Well, itu sekilas tentang Jogjaku sekarang, saatnya bercerita tentang liburan.
Ada 4 tempat yang ingin aku ceritakan.

1. Museum Ullen Sentalu
Museum ini bercerita tentang sejarah kerajaan mataram. Tempatnya ada di jalan Boyong, dekat taman bermain Kaliurang. Tiket masuknya 25 ribu, udah termasuk biaya guide, parkir, dan minuman awet muda (kalo gak percaya sama khasiatnya mungkin nanti bisa liat muka saya *uhuk). Apa yang menarik disini? Museum ini syarat dengan ilmu. Kadang kita males bayar lebih untuk tour guide ketika berkunjung ke suatu tempat wisata sejarah. Tapi ketika tour guide adalah bagian dari paket itu maka kita jadi mau gak mau membayar plus mendengarkan sejarah tempat wisata itu. Selama perjalanan mengitari museum, kamera dan alat komunikasi harus disimpan di dalam tas. Sayang juga sih gak boleh foto2, tapi kita jadi fokus dengerin cerita tour guidenya. Salah satu ruangan yang menarik disana adalah ruang (kalo gak salah) putri tineke patah hati. Isinya adalah surat-surat dari sodara tineke yang mau menghibur tineke yang sedang patah hati karena cintanya tidak disetujui orang tua. At the end happy ending sih, putri tineke bisa menikah dengan cinta pertamanya itu. Lesson learnednya: kegalauan sebenarnya sudah diturunkan oleh nenek moyang kepada anak cucunya...#apeu. Satu lagi yang menarik adalah toko sovenirnya, barang nya bagus bagusss....tapi siap-siap rogoh kocek ya...:D
Lebih lengkap entang museum lihat disini ya

2. Wisata rumah mbah Maridjan.
Letusan gunung merapi tahun 2010 yang lalu menimbulkan banyak cerita duka. Ratusan orang menjadi korban, salah satunya mbah maridjan, orang yang dipercaya menjadi juru kunci gunung merapi. Tapak bekas rumahnya kini banyak dikunjungi orang dan dijadikan obyek wisata yang saya bilang sederhana tapi sangat bermakna.
Jika dilihat sekilas, gunung merapi itu tampak masih jauh dari rumahnya tapi nyatanya bangunan itu tak lagi berbekas, dilalap awan panas. Hanya terlihat bekas rumah pak asih (anak mbah maridjan yang sekarang menjadi guru kunci gunung merapi), bangkai mobil mpv yang sempat akan digunakan untuk menjemput mbah maridjan, serta sebuah sudut ruang berisi gamelan-gamelan. Sekarang di tapak itu ditancapkan beberapa bendera merah putih dan beberapa banner berisi kronologis kejadian dan pesan pesan terakhir mbah maridjan. Suatu pesan yang akan membuatmu memaknai arti tanggung jawab.


Ajining Menungsa Iku Gumantung Ana Ing Tanggungjawabe Marang Kewajibane
(Kehormatan Manusia dinilai dari tanggung jawab terhadap kewajibannya)

Oya, ada beberapa pilihan kendaraan untuk menikmati keindahan kawasan gunung merapi. Untuk mencapai rumah mbah maridjan bisa naik ojek 20.000, sewa motor 30.000 atau sewa jeep 250.000 jika ingin dibawa berputar-putar lebih jauh. Selamat mencoba!

3. Museum Gunung Merapi
Saya suka terharu kalo liat museum banyak pengunjungnya, hehe...termasuk museum ini. Semoga banyaknya pengunjung tidak hanya di musim liburan aja yah. Museum ini layak untuk dikunjungi jika kamu ingin membayangkan seberapa dashyatnya gunung merapi ketika sedang beraksi. Tiket masuknya 3000, dan 5000 jika ingin menonton filmnya.

4. Taman lampion monumen jogja kembali
Tempat wisata ini bukanlah tempat wisata baru. Monumen Yogya Kembali telah dibangun sejak tahun 1985 monumen ini berisi replika, foto, dokumen, berbagai jenis senjata dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Sekarang, di kawasan sekitar monumen juga dihiasi lampion-lampion dan beberapa fasilitas hiburan sebagai alternatif hiburan di malam hari. Sebuah konsep baru untuk menarik pengunjung dan menghidupkan kembali tempat wisata ini. Disini juga cukup banyak tempat makan, dan live music. Tiket masuknya 15.000.

Di UllenSentalu dan Monumen Yogya Kembali

Nah, 4 tempat saja yang akan saya ceritakan disini, sisanya bisa di browsing di Google dan pasti nemu seabrek informasi tentang wisata Jogja. Beberapa pelajaran yang saya ambil dari perjalanan ini antara lain:
  1. Jangan ragu untuk menggunakan tour guide, terutama untuk tempat-tempat wisata bersejarah. Karena ilmu yang kita peroleh akan jauh lebih mahal dibanding dengan uang yang kita bayarkan. Kecuali kita emang udah prepare banget buat jalan2 dan udah sempet browsing di google tentang tempat wisata yang mau kita datangi. Tapi tour leader selalu punya informasi menarik selain yang ada di google sih menurutku...
  2. Konsep tempat wisata merupakan hal penting untuk menarik para wisatawan. Disini Indonesia agak kurang dalam mengolah potensi-potensinya. Di vietnam ada teater khusus buat manggung boneka kayu ala si unyil. Dan yang nonton penuh lho. Di Indonesia, boneka si Unyil dan pak raden entah kemana. Sayang banget. Tourist does like experience, so provide them with that, not only a good view. Taman lampion museum jogja kembali adalah salah satu contoh mengimplementasikan konsep baru demi meningkatkan daya jual sebuah tempat wisata.
  3. Tourists love souvenir. Selain good view dan experience. Provide them with good souvenirs. Turis itu calon para laper mata yang siap borong apa aja. Asal bagus. Menurut saya selera itu, selain merupakan 'gift', juga perlu diasah, jadi hasil souvenirnya juga inovatif. Seneng banget liat batik yang dijual di MUSE. Galeri souvenir di dalem Museum Ullen Sentalu. Cakep-cakep banget, dan pantes banget sama harganya. Hihihi...
Wisata Kaliurang

Okeiii...selamat menikmati Jogja yaa, juga buat temen-temen yang fokus di dunia pariwisata, moga sukses bawa nama Indonesia!:)

Senin, 11 Februari 2013

Running for Nothing

Mungkin kamu akan geli sendiri melihatmu berdiri saat ini.
Bodoh, mungkin.
Tapi Tuhan tentu akan sakit hati mendengarnya,
karena Dia telah menciptakanmu dengan sempurna.
Melengkapimu dengan otak yg untuk berpikir dan hati untuk merasa.
Tapi coba aku temani kamu sebentar duduk disini.
Untuk sekedar berpikir dan merenungi.

Apa yang sedang kamu cari?
Apa yang sedang kamu nanti?
Apa yang ingin kamu capai?
Apa yang sedang membuatmu terlalu lelah untuk berlari?

Jika kamu sadari,
Apa yang seharusnya kamu kejar tak jauh.
Apa yang sedang kamu cari sangat dekat.
Dan apa yang sedang kamu nanti, pun, menantimu kembali.

Jika kamu terlalu lelah berlari,
mungkin karena jalan yang kamu ambil salah.
Terlalu berputar, bukan jalan keluar.
Mungkin harus berhenti sebentar.
Memastikan jalan yang benar.

Aku pastikan,
Jalan yang benar tidak akan membuatmu lelah ketika melewatinya.
Tujuan yang benar tidak akan lari ketika dikejar.
Semua akan mudah. Sangat mudah.

Tidak apa-apa,
Kalau lelah, kamu boleh berhenti sebentar.
Dia tidak akan kemana-mana,
aku tahu kalian saling merindukan, kamu dan Dia.

Dia menunggumu memelukNya erat.
Dia menunggu air matamu hanya untukNya.
Dia menunggu langkah kecilmu menujuNya.
Karena hanya Dia yang tidak akan membiarkanmu kelelahan sendirian.
Karena hanya Dia yang tidak akan membiarkanmu dalam kesia-siaan.

And when it all seems very tiring...,
Maybe you just running for nothing.

Senin, 04 Februari 2013

#BossBaik

Ada sedikit catatan tentang farewell si Boss akhir januari kemarin, maaf kalo sangat subyektif :)
  1. #BossBaik itu.... dia bisa jadi pelindung buat layer dibawahnya.                                                 Karena memang seperti itu organisasi struktural bekerja. Kalo ada eselon I,II,III,IV dan staf. Misal eselon satu marah besar, dia marahnya ke eselon II. Nah eselon dua marahnya di manage, turun ke eselon III agak kurang, gitu terus, sampai di staf marahnya udah abis deh:D
    Bukannya dia dimarahin, trus semprot2 bawahannya.
  2. #BossBaik itu.... percaya sama orang yang dia mintain tolong.
    Ya kalo dia mutusin untuk minta sama si A ngerjain sesuatu selama X hari. Ya dipercayain aja dulu, baru kalo si staf kebangetan, take over atau transfer. Karena staf yang dikasih kepercayaan akan lebih cepat berkembang daripada staf yang di underestimate.
  3. #BossBaik itu.... rendah hati.
    Boss tapi gak bossy. Atasan tapi nggak menganggap staf sebagai bawahan. Di farewell speech nya si Boss, dia bilang...."Selama ini yang bekerja temen-temen, saya cuma manage aja. Jadi saya yakin walau saya nggak disini, subdit ini akan terus bisa berjalan dengan baik....". Very humble.
  4. #BossBaik itu.... apa adanya.
    Dekat tapi nggak sok dekat. Berjarak tapi gak kejauhan. Bukan marah tapi mengingatkan. Bukan memerintah tapi minta tolong.
  5. #BossBaik itu.... membuat sesuatu menjadi lebih mudah.
    Kehadirannya bukan sebuah tekanan, ketidak hadirannya bukan sebuah kegembiraan. Dia akan mempermudah bukan mempersulit. Dia akan memberi jalan keluar, bukan memperpanjang jalur.
 Point-point diatas tadi bukan berniat menggurui yah, cuma harapan saya, sebagai bawahan, kepada para boss-boss, sebagai atasan. Bukan merefer pada suatu orang, hanya terinspirasi. Semoga bisa menginspirasi para boss dan para calon boss yang lain :)

Farewell si Boss :')

Kamis, 31 Januari 2013

Thanks to 2012, Welcoming 2013

I've been drafted this writing for about 1 month, and maybe i've lost the moment. Well this is it:D

2012, i called it as a Year of Recovery. After all happy-sad things happened in 2010-2011, I transformed to another Ai that spent too much energy on something I couldn't handle. Too much thinking, too much arguing, and difficult to accept what didn't appropriate to my opinion. And, indeed, it spent lot of energy. So in 2012, I tried to transform my energy to more productive activities. I forced myself to move and move. Working, playing, socializing, volunteering, and many more. I also trained myself to laughing easily, think simply, and release quickly.  I was trying to recover the Ai to she used to be ( or maybe she never been before). That's why i feel 2012 was running so fast.

Mario Teguh ever said that when your heart feel sad, lost, empty, or confused, just MOVE. Move your body to everything that could distract your mind from what's make you sad, in positive ways of course, such as tidy up the room, read books, watching dvds, walking around, shopping, hangout with friends, working, etc. That's what I did. I pushed myself for doing everything. I accepted almost every jobs and hangouts offering. Then I surprised when I almost finished the year of 2012. The year that I thought going to be a difficult year to be passed, but  in fact, many smiles resulted by this year.

And there are my smiles during 2012, just a little note for me to always remember how Allah SWT had been so good to me, and he will always be.

1. Year of travelling
I visited more than 5 new places and added hundreds new friends in a year! The must noted trip were: 1) Trip to Bangkok with my office-mate on March 2012, 2) #NotesfromQatar trip to Belitung held by @muhammadAssad on March3) Trip to Pantara island with @defickry, @bimasabi  held by Walls on  May 4) Trip to Malang with my family on June. 5) and other little trip for office duty to several new places: Pontianak, Balikpapan, and Pulau Bangka.

2. Join voluntary community
I remember someone ever said to me that How to help our own self is by helping others. I believe it. That's why, then I tried to look for voluntary community. Making us happy is by making others happy, isn't it?:)
Another reason i joined voluntary community is about life-balancing. Jakarta has it own ways to make us stuck in daily routines, produced the same things, in the same ways. Then suddenly I realized, I've been here for 4 years and doing nothing but office things.
Well, GEMPAR ( Generasi Muda Penataan Ruang) and ROTARACT SEMANGGI had colorized my days in 2012 :)

3. Self improvement
One of my 2011 resolution was learn to play piano/keyboard. Why Piano? Simple reason is just because I can write on computer without seeing the keyboard, and maybe i can do the same thing on piano:p. Then after I took a piano short course, I realized that I have to press different button at all :'D. So, at the end of the course (3months), I only can play 1 song, Season in the Son by Westlife. Not bad huh? *Bad!*.
Well anyway I also took a more logical course than the previous one that was TOEFL IBT course :P *langsungpuyeng*

4. Bought my first property
And this is my biggest step on 2012. As I learned from Ligwina Hananto's book, Untuk Indonesia yang Kuat, I know that property is one of the best investment. It says that you have to save your money to buy your first property since the value is keep increase. And the most important thing is, I hope it will help me to control my expenses. Particularly on my uncontrolled and unimportant expenses. For those reasons, I choose apartment as my first investment. To be underlined, it doesn't mean I'm rich enough to buy it. It's all about our preference where we'll spend our money:).

5. Health as a priority.
I'm glad to hear my friends say that now I'm fatter and looks better than me with my thin body. In the past 2 years, I lost about 5 kg. The doctor said, to raise my weight I have to drink full cream milk mixed with green beans, every morning and night. Of course i'm failed to do that. Anyway, I actually know what's make me fatter is not milk and beans, but the heart condition. If I'm happy, everything's solved.
Now I'm fatter, and the incoming problem is........cholesterol :D *jengjeng

More or less, thanks to 2012. Please be good to me, 2013.

*this is my first mobile-blogging, yeay i did it! ^^

 
Happy Moment, 2012

Minggu, 23 Desember 2012

Menghujat Ibu Kota.



Tulisan ini Murni Curhatan Saya Hari Jumat Lalu (21.12.12) di atas Kereta Gajayana Menuju Jogja.....

Ini tahun ke 4 saya tinggal di ibukota. Sejauh ini saya cukup bersahabat dengannya. Rata-rata yang mereka keluhkan tentang Jakarta adalah macetnya. Tapi tidak dengan saya. Jarak kos-kantor yang 7 kiloan saya tempuh dalam waktu 15-20 menitan. Normal kan?
Untuk beberapa kasus sebelumnya saya masih berusaha mentolerir. Hujan, perbaikan jalan, pohon rubuh, pertandingan bola di senayan, konser musik di GBK atau midnight  sale-an di Sency. Semuanya masih bisa saya tolerir, karena apa? karena saya tidak sedang tergesa-gesa. hehehe....

Tapiiii.....hari iniiiiii.......agak beda. Persahabatan saya dengan si Ibu Kota sedang dipertaruhkan!! *haishh*
Hari ini adalah hari mudik se ibu kota. Saya naik Gajayana jam 17.30 dan prepare waktu 2 jam untuk kantor-stasiun. Dengan asumsi kantor-kos 30 menit, siap-siap 60 menit, kos-stasiun 30 menit. Dan sayang semuanya buyar.

Jam 2 siang, Jakarta diguyur hujan deras. Jam 3an hujan reda. Jam 15.30 saya cabut dr kantor. Dan kemacetan sudah tampak dr semenjak pintu keluar kantor dari daerah pattimura.  Hmmm, biasanya sih macetnya cuma sampe Semanggi doang. Ternyata macetnya nggak ada jeda. Di semanggi nengok jam udah 16.10 aja. Lanjut lagi bermacet-macet ria. Ketika liat motor lain udah pada naik trotoar. Saya masih bertahan. Nggak akan. Nggak akan. Ini #sikap.

Sampai di Setia budi nengok jam lagi, 16.48. Paniklah saya. Abis nengok jam, lanjut nengok bensin dan jadi lebih panik lagi. Bensin motor sekaratttt...
Panik sepanik paniknya. Dan jadi ga kalem lagi. Gas rem, gas rem. Gas nya 5 detik, remnya 5 menit. Kacau. Makin lihailah saya menghajar selipan-selipan mobil-mobil mewah itu, sambil mikir, woiii...kenapa di jakarta belinya mobil SUV segede-gede gaban sihhh....
Sambil panik, sambil pengen nangis, dan sambil ngerasa bersalah untuk beberapa spion mobil yang kena cium spion motor saya. Sumpah deh baru sekali ini kok saya main cium spion kayak gini. Swear. *pengakuandosa*

Dan akhirnya jam 17.10 saya tiba di kosan, mungkin kalo di kartun mukanya udah item2 kali, puwas dikentutin kopaja. Dikos, ganti ransel dan cabut. Tp pe-er selanjutnya adalah:Mau naek apa ke stasiunnya?. Bensin motor udah sekarat. Ojek di pangkalan kosong semua. Bajaj dan taksi lebih ga bisa diarepin kalo ujan dan macet gini. Keputusannya adalah naik motor lagi dengan bensin yg sekarat itu, dan tentunya harus beli bensin dulu. Makian selanjutnya adalah : kenapa di jakarta jarang yg jual bensin eceran?!

Lalu antrilah saya di pom bensin.

Jam 5.25, baru kelar dari pom bensin, 5 menit sebelum kereta berangkat. Fix lah kesimpulan saya kalo akan ketinggalan kereta. Harapannya tinggal nunggu mukzizat Tuhan. Tapi kereta dari stasiun pertama jarang molornya, naik Gajayana pula. Harapan pupus lagi.

Setelan hati abis dari pom bensin udah agak kalem. Karena udah tau bakal ditinggal kereta. Secara kemacetannya ga jauh beda. Jam setengah 6 ya masih disitu-situ aja.
Akhirnya, sampailah saya distasiun jam 5.45.  Parkir motor trus jalan cepat sambil iseng nanya porter lewat, "Gajayana udah berangkat pak?"
Porter itu langsung kaget dan teriak nyuruh cepet-cepet, ternyata keretanya belum berangkat! Langsung deh saya lari sekuat tenaga, sambil dibantu porternya teriak-teriak, "Ini naik gajayana...ini naik gajayanaa....!". Udah kayak film AADC deh, bedanya ini naik kereta dan gak ada Rangga nya #apeu.

Dengan dibantu petugas KAI dan bapak porter. Akhirnya saya selamat sampai di gerbong restorasi bersama muka-muka pucat pasi lainnya yg sama-sama sedang menghujat Jakarta. 3 menit kemudian Kereta Api berangkat.

Yah, begitulah kisah perjalanan saya sore ini. Beberapa catatan yg saya ambil :
  1. Di jalan tadi saya sempet menyesal dengan keputusan-keputusan saya seperti kenapa ga pulang kantor lebih awal, udah tau ujan. Kenapa ga naik trotoar aja udah tau  bisa lebih cepet, dll. But in the end, tidak ada yg harus disesalkan dari keputusan saya. Karena Tuhan sudah menyiapkan jalannya. Sepaket sama hikmahnya.
  2. Plis dipertimbangkan lagi dong yg mau beli mobil SUV segede-gede gaban. Your car is not fit with this city, and this city doesn't need your pride!. Dipakenya kalo keluar kota aja dongg....*abis ini saya pasti digetok @kinakini deh :(
  3. Wahai para sopir2 kopaja, ketauilah bahwa emisi yang engkau keluarkan sudah melewati batas. Dan dear kemenhub, tolong kontrol emisi diperketat.
  4. Maaf sekali atas kekhilafan saya tadi nyium spion-spion anda. Beneran ga sengaja. Semoga sekali ini saja. Buat pengendara motor lainnya, ati-ati juga yaa...:(
Well, selamat Liburan semuaa, salam hangat untuk keluarga :)

Cepat Sembuh Jakarta

 *Hari Sabtunya, ternyata macetnya lebih parah, Jakarta Banjir di 22 titik. Saya baru kemudian mengerti mengapa mereka beli mobil-mobil mewah jenis jeep atau SUV segede-gede gaban. Supaya nggak tenggelem dan kebanjiran. #okesip.


Jumat, 12 Oktober 2012

The Lesson From The Distance


Have you realized that sometimes Distance is good for our phase of life ? I have.

Kalimat diatas mungkin biasa kita kenali dengan apa yang disebut dengan 'hikmah'. Sometimes we get difficult in looking for si 'hikmah' ya kan?. Makanya waktu si 'hikmah' ini ketemu, rasanya kok kayak pengen meluk-meluk si Maha Perencana, untuk segala rencananya yang sempurna untuk kita. Ya, 'jarak' adalah pelajaran hebat yang diberikan oleh Allah yang akhirnya menjadi hikmah tersendiri bagi perjalanan hidup keluarga kami.

Mau share sedikit yah....

Kesempatan bagi keluarga kami untuk tinggal bersatu dalam satu rumah bersama-sama hanya sampai dengan tahun 1998. Waktu itu kakak diterima kuliah di ITB, di kampus dan jurusan impiannya. Saya tidak tahu bagaimana perasaan orang tua saya saat itu, mungkin bangga, mungkin sedih. Yang saya tahu persis hanyalah perasaan saya saat itu, sangat sedih. Saya ingat betul gimana nakalnya saya ke kakak saya ini yang beda 5,5 tahun dari saya. Ya karena saya tahu persis, dia akan mengalah untuk apapun yang saya lakukan terhadapnya, hihi...*grinning. Sampai suatu ketika, dia harus pindah ke bandung dan berpisah dengan keluarga. Dan sayapun kehilangan obyek penderita. (duh pengen ketawa mulu nih nulisnya;p).

Lalu tahun 2002, tiba-tiba Bapak dapat SK penempatan di Kupang, NTT. Tak dapat dihindari lagi, Bapak harus pindah. Bapak saya ini tipe-tipe nggak banyak bicara. Bicara ya cuma seperlunya, paling sering kerja, nonton berita dan baca koran. Komunikasi saya dengan Bapak seadanya, jarang ngobrol juga. Tapi yang sweet dari bapak saya ini adalah beliau rajin nganterin susu coklat ke kamar saya ketika lagi musimnya ulangan. Itu aja. Hahaha.....*toss dulu dong pakk;p.

Jadilah setelah kepindahan Bapak ke Kupang, saya hanya tinggal berdua dengan ibu di Jogja.

Tahun 2006, ada suatu fase dimana kami sekeluarga terpisah-pisah dan tidak tinggal di satu rumah. Saya Kerja Praktek di Jakarta, Kakak sekolah di Malaysia, Bapak pindah ditempatkan di Pare-pare, dan Ibu saya tetap jaga kandang di Jogja (that's because my mom is a teacher, dan nggak bisa ikut pindah-pindah ngikutin Bapak).

Lalu tibalah tahun 2009. Bapak pensiun dan bisa kembali ke Jogja. Kakak saya juga udah kelar kuliah S2, menikah, dan memutuskan untuk tinggal di Jogja.  Semuanya nyaris kumpul lagi. Tapi ternyata, tahun itu giliran saya yang harus pindah keluar kota, Jakarta. Mau gak mau, suka gak suka :)

Lika-likunya emang udah mirip kayak drama. Sayang aja kalo nggak bisa ngambil lesson learned-nya. Si 'Hikmah' dari mata kuliah 'jarak' yang terdiri atas ratusan SKS ini saya rasakan benar-benar ketika saya ada di Jakarta sekarang. Jauh dari keluarga, dan semua menjadi lebih bermakna dan mengingatkan kembali pada semua perubahan yang terjadi.

Saya yang tadinya nakal banget sama kakak, adalah yang ternyata paling nggak bisa nahan air mata di stasiun ketika dia harus pulang ke bandung. Then i realized, i love him so much, dan kapok nakalin dia lagi. So do with my Father. Dulu satu rumah tapi nggak pernah ngobrol. Namun semenjak ditempatkan di luar kota, Bapak jadi lebih terbuka, sering bercerita dan tertawa. Dan sekarang ketika saya di Jakarta,  Bapak yang hobby ngirimin sms-sms lucu, Bapak yang nelpon untuk ingetin minum madu, Bapak juga yang selalu ngingetin ibu buat nelpon saya. Hihihi...

Sesusah-susahnya mata pelajaran 'Jarak' ini bagi keluarga kami, namun jarak inilah yang mengajarkan kami tentang kesetiaan, kekuatan, kasih sayang, tanggung jawab dan komitmen.  Jangan terlalu khawatir tentang jarak yang memisahkan, seiring dengan berjalannya waktu, dia akan mengajarimu bagaimana caranya untuk bertahan. Dan mungkin dia akan memberikan pelajaran lebih dari yang engkau bayangkan.

1.38 AM, Di Pulau Borneo, yang tetiba mengingatkan saya untuk menulis tentang jarak. Selamat Malam :)


"Another Aeroplane, another sunny place, i'm lucky i know....
but i wanna go home, mmm, I got to go home....".
 Home, Michael Buble.